Penggantian Sensor: Pentingnya Penyesuaian Sistem SPARING

Gangguan Operasional Sensor SPARING

Pada kegiatan maintenance sebelumnya di site KIM, tim Ganeca Environmental Services menemukan bahwa sensor SPARING yang digunakan, yaitu Sensor Solinst Eureka, tidak dapat beroperasi dengan baik. Sensor tidak merespons baik saat dihubungkan ke datalogger maupun ketika dilakukan pengecekan langsung menggunakan komputer. Kondisi ini menyebabkan sistem tidak dapat merekam data pemantauan secara normal. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa penggantian sensor untuk memastikan sistem dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya

Penggantian dan Reinstalasi Sensor

Sebagai langkah lanjutan, dilakukan kegiatan reinstalasi sensor SPARING dengan menggunakan sensor pengganti dari Boqu yang memiliki parameter serupa, yaitu pH, TSS, dan debit. Secara umum, penggantian ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi sistem pemantauan agar dapat berjalan normal kembali. Namun dalam pelaksanaannya, proses ini tidak hanya sekadar mengganti perangkat, tetapi juga memerlukan penyesuaian pada aspek instalasi dan metode pengukuran. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik antara sensor lama dan sensor pengganti yang digunakan.

Perbedaan Metode Pengukuran Debit Antar Sensor

Perbedaan utama terletak pada metode pembacaan debit yang digunakan oleh masing-masing sensor. Pada Sensor Solinst Eureka, seluruh parameter termasuk debit terintegrasi dalam satu unit multi parameter dengan pendekatan tekanan. Sementara itu, pada sensor Boqu, pembacaan debit dilakukan melalui pengukuran level muka air yang kemudian dikonversi menjadi nilai debit. Perbedaan pendekatan ini berdampak langsung pada kebutuhan instalasi di lapangan. Dengan demikian, sistem eksisting tidak dapat langsung digunakan tanpa adanya penyesuaian tambahan.

Keterbatasan Dudukan Sensor Debit

Pada saat pelaksanaan kegiatan di lapangan, tim menemukan bahwa dudukan sensor debit yang tersedia tidak dapat langsung digunakan. Berbeda dengan sensor pH dan TSS yang masih dapat memanfaatkan rumah sensor yang sudah terpasang, sensor debit memerlukan dudukan khusus agar posisi pengukuran level air dapat optimal. Tantangan yang dihadapi bukan pada aspek teknis sensor, melainkan pada koordinasi dan kesiapan fabrikasi dudukan yang belum tersedia saat kegiatan berlangsung. Hal ini menyebabkan pekerjaan instalasi sensor debit belum dapat diselesaikan secara langsung di lokasi.

Perencanaan Desain Dudukan Sensor

Untuk menindaklanjuti kondisi tersebut, tim melakukan koordinasi lanjutan guna menyusun desain dudukan sensor debit yang sesuai dengan kondisi lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah membuat desain yang sederhana namun tetap fungsional agar proses fabrikasi dapat dilakukan dengan cepat.

Rencana Tindak Lanjut Instalasi

Dengan desain yang lebih sederhana, waktu pengerjaan dapat diminimalkan tanpa mengurangi kualitas hasil instalasi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemasangan pada kunjungan berikutnya.

 Briefing Untuk Fabrikasi Dudukan Sensor Debit

Selain kendala di lapangan, terdapat juga isu yang berkaitan dengan sistem eksisting, khususnya pada penggunaan datalogger generasi awal SPARING Ganeca. Integrasi antara sensor baru dengan sistem yang sudah ada memerlukan penyesuaian tambahan yang tidak dapat diselesaikan secara langsung saat kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, proses penyelesaian dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dan pengerjaan secara remote. Hal ini menjadi salah satu pekerjaan lanjutan yang perlu ditindaklanjuti oleh tim teknis.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa proses penggantian sensor dalam sistem SPARING tidak hanya berkaitan dengan kompatibilitas perangkat. Penyesuaian desain instalasi, metode pengukuran, serta integrasi sistem menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Setiap perubahan pada satu komponen akan berdampak pada bagian lain dalam sistem. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik agar proses implementasi dapat berjalan dengan efektif.

 Proses Instalasi Sensor di Lapangan

Melalui kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan reinstalasi sistem tidak hanya ditentukan oleh kesiapan perangkat yang digunakan. Kesiapan desain pendukung dan integrasi sistem secara menyeluruh juga memiliki peran yang sangat penting. Pendekatan yang adaptif serta koordinasi yang baik antar tim menjadi kunci utama dalam memastikan sistem SPARING dapat kembali beroperasi secara optimal. Dengan demikian, setiap pekerjaan serupa di masa mendatang dapat dilakukan dengan lebih efisien dan terarah.

Pemasangan Sensor Debit di Lapangan

Oleh: Ryan Rahmad Kurniawan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top