Meninjau Sistem Pengolahan Air Tambang di Pit Lemo PT Suprabari Mapanindo Mineral

Evaluasi Sistem Pengolahan Air Limbah Tambang Existing

Tim Ganeca Environmental Services melaksanakan kegiatan site visit ke area Pit Lemo milik PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) dalam rangka kajian karakterisasi air limbah tambang dan rencana pengembangan sistem automatic dosing. Kegiatan ini dilakukan untuk memahami kondisi existing sistem penyaliran dan pengolahan air tambang yang saat ini beroperasi di Water Compliance Point  12. Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis yang diperlukan dalam pengembangan sistem pengolahan yang lebih optimal di masa mendatang.

Identifikasi Sumber Air yang Masuk ke Water Compliance Point (WCP) 12

Tiga Sumber Utama Aliran Air

Berdasarkan hasil observasi lapangan, Water Compliance Point 12 menerima aliran air dari tiga sumber utama, yaitu limpasan disposal melalui gravitasi, aliran dari Sump Pit Lemo melalui sistem pumping, serta overflow embung yang masuk menuju saluran sebelum area koagulasi.

Masing-masing sumber memiliki karakteristik air yang berbeda sehingga sistem pengolahan existing dibuat dengan jalur kompartemen yang terpisah.

Karakteristik Air dari Setiap Sumber

Aliran dari disposal diketahui tidak menunjukkan isu signifikan terhadap parameter pH maupun TSS. Sebaliknya, aliran dari Sump Pit Lemo menjadi perhatian utama karena memiliki kandungan TSS yang cukup tinggi.

Kondisi ini menyebabkan fokus pengolahan lebih diarahkan pada aliran dari sump sebelum akhirnya bergabung pada kompartemen akhir menuju compliance point.

Evaluasi Sistem Pengolahan Air Limbah Existing

Metode Pengolahan yang Saat Ini Diterapkan

Dalam sistem existing, pengolahan air limbah tambang dilakukan melalui kombinasi proses sedimentasi dan pengolahan kimia menggunakan tawas serta flokulan anionik cair.

Penambahan tawas masih dilakukan secara manual oleh operator, baik dengan cara penaburan langsung maupun pelarutan terlebih dahulu di dalam tandon. Setelah itu, flokulan cair diencerkan dan dialirkan secara gravitasi menuju titik injeksi.

Tantangan pada Proses Pencampuran Koagulan

Meskipun sistem ini telah berjalan, hasil observasi menunjukkan bahwa proses pencampuran koagulan masih belum optimal karena hanya mengandalkan jatuhan aliran dari tandon menuju badan sediment pond tanpa adanya rapid mixing yang memadai.

Temuan dan Rekomendasi Teknis

Potensi Ketidakhomogenan Distribusi Koagulan

Berdasarkan hasil pengamatan visual di lapangan, distribusi koagulan di dalam aliran diperkirakan belum homogen sehingga proses koagulasi berpotensi tidak berlangsung secara maksimal.

Kondisi ini dapat mempengaruhi efektivitas pembentukan flok dan proses pengendapan TSS pada sediment pond.

Rekomendasi Pengembangan Sistem Rapid Mixing

Untuk meningkatkan efektivitas proses pengolahan, tim memberikan rekomendasi teknis berupa penambahan sistem pengadukan hidrolik atau unit rapid mixing sebelum air memasuki proses flokulasi dan sedimentasi.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan kimia sekaligus meningkatkan performa pengolahan secara keseluruhan.

Rencana Pengembangan Tambang dan Dampaknya terhadap Sistem Pengolahan

Perubahan Tata Kelola Area Tambang

Selain mengevaluasi kondisi existing, tim juga melakukan diskusi terkait rencana pengembangan tambang berdasarkan mine plan tahun 2026.

Dalam rencana tersebut, area embung akan dikonversi menjadi disposal untuk mendukung pelebaran Pit Lemo.

Potensi Perubahan Karakteristik Air Limbah

Perubahan ini diperkirakan akan meningkatkan beban TSS menuju Sump Pit Lemo karena aliran limpasan dari disposal baru nantinya diarahkan menuju sump sebelum masuk ke Water Compliance Point 12.

Dengan adanya perubahan tersebut, karakteristik air limbah di masa mendatang diperkirakan akan berbeda dibanding kondisi existing saat ini. Oleh karena itu, diperlukan kajian lanjutan dan pengembangan sistem pengolahan yang adaptif agar performa pengolahan tetap optimal serta mampu memenuhi standar kualitas air yang dipersyaratkan.

Oleh: Ryan Rahmad Kurniawan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top