Langkah Awal Proyek SPARING PT Vale Indonesia di Pomalaa

Kick Off Meeting Proyek SPARING PT Vale Indonesia

 

Sebagai langkah awal pelaksanaan Proyek SPARING PT Vale Indonesia, Kick Off Meeting dilaksanakan pada 11 Desember 2025 di Kolaka. Proyek ini mencakup 24 titik pemantauan lingkungan yang tersebar di dua area utama, yaitu Site Pomalaa dan Site Bahodopi.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman antara pemilik proyek dan vendor. Pembahasan difokuskan pada ruang lingkup pekerjaan, rencana timeline, serta kesiapan teknis dan non-teknis sebelum instalasi SPARING dimulai.
Dengan adanya Kick Off Meeting, seluruh pihak dapat mempersiapkan proyek secara lebih terstruktur sejak tahap awal.

Sinkronisasi Teknis, SDM, dan Keselamatan Kerja

Kick Off Meeting Proyek SPARING PT Vale Indonesia melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Peserta berasal dari PT Vale Indonesia dan PT Ganeca Environmental Services.
Tim yang terlibat mencakup Teknis/Environmental Technology, Human Capital, General Affair, Finance, Accounting, Tax, serta Health, Safety, and Environment (HSE).
Melalui keterlibatan lintas fungsi ini, seluruh aspek proyek dapat diselaraskan. Mulai dari kebutuhan teknis, kesiapan SDM, keselamatan kerja, hingga dukungan logistik.

Peran Tim Teknis / Environmental Technology

Tim Teknis berfokus pada pembahasan ruang lingkup pekerjaan proyek SPARING. Selain itu, dilakukan validasi sensor, pengecekan infrastruktur pendukung, serta mekanisme pengiriman data melalui sistem datalogger.
Sinkronisasi teknis ini menjadi dasar penting. Tujuannya agar proses instalasi berjalan sesuai spesifikasi teknis dan regulasi yang berlaku.
Dengan persiapan yang matang, potensi kendala teknis dapat diminimalkan sejak awal.

Peran Human Capital (HC)

Divisi Human Capital berperan dalam memastikan kesiapan tenaga kerja di Site Pomalaa dan Site Bahodopi. Peran ini mencakup proses rekrutmen, penempatan personel, serta pemenuhan standar kompetensi kerja.
Selain itu, HC memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan. Penguatan budaya kerja yang mengedepankan keselamatan dan keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama.
Dengan demikian, proyek didukung leh SDM yang kompeten dan siap bekerja di area tambang.

Peran Health, Safety, and Environment (HSE)

Tim HSE memastikan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proyek berlangsung. Fokus utama adalah mitigasi risiko operasional di setiap tahapan kegiatan.
Melalui diskusi dua arah, termasuk pelaksanaan Kick Off Meeting secara hybrid, tim HSE menjelaskan prosedur keselamatan. Pembahasan meliputi penggunaan APD dan kepatuhan terhadap regulasi.
Langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan terkendali.

Divisi General Affair mendukung kelancaran proyek melalui pengelolaan akomodasi personel. Fasilitas disiapkan untuk tim proyek di Site Pomalaa dan Site Bahodopi.
GA melakukan koordinasi dengan tim proyek dan penyedia akomodasi lokal. Tujuannya memastikan fasilitas yang layak, aman, dan efisien.
Dengan dukungan ini, tim lapangan dapat fokus pada pekerjaan teknis sesuai timeline proyek.

Peran Finance, Accounting, Tax (FAT)

Tim FAT berperan dalam memastikan kesiapan administrasi dan alur keuangan proyek. Sinkronisasi dilakukan pada proses pengadaan serta pengelolaan anggaran.
Selain itu, tim FAT memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur perusahaan. Hal ini mendukung kelancaran mobilisasi dan pengadaan barang serta jasa.
Dengan sistem keuangan yang tertata, akuntabilitas proyek dapat terjaga.

Survei Lokasi Instalasi SPARING di Pomalaa

Sebagai tindak lanjut Kick Off Meeting, tim melaksanakan site visit ke Site Pomalaa pada hari berikutnya. Kegiatan diawali dengan safety induction dan penggunaan APD wajib.
Selanjutnya, tim mengunjungi beberapa titik SDP potensial untuk instalasi SPARING. Survei ini bertujuan untuk melihat kondisi aktual di lapangan.
Hasil survei menunjukkan sebagian titik belum sepenuhnya siap. Namun, PT Vale Indonesia menyampaikan komitmen untuk menyiapkan seluruh titik sesuai timeline yang disepakati.

Keselarasan Perencanaan, SDM, dan Keberlanjutan Proyek SPARING

Pelaksanaan Kick Off Meeting dan site visit menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan proyek. Fokus utama mencakup aspek teknis, SDM, serta keselamatan dan kesehatan kerja.
Hasil survei lapangan memberikan gambaran nyata terkait kondisi titik instalasi. Informasi ini menjadi dasar penting dalam mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan penyesuaian.
Di sisi lain, keterlibatan aktif HC dan HSE menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada teknologi. Kesiapan SDM, budaya keselamatan, dan komitmen terhadap lingkungan juga memegang peran penting.
Dengan koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan, Proyek SPARING PT Vale Indonesia diharapkan berjalan aman, terkoordinasi, dan sesuai regulasi. Selain itu, proyek ini mendukung sistem pemantauan lingkungan yang andal dan berkelanjutan di Pomalaa dan Bahodopi.

Written by:
Adrian Fauzan Rahman
Ratih Meidiany
Zaenal Mutaqin
Irfan Maulana Shidik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top